Kali ini saya menemukan buah
bukan di pedagang buah melainkan menemukannya di pedagang kembang dan dan obat-obatan
tradisional. Saya tidak sengaja melihat buah ini dari jauh, untuk
meyakinkannya maka saya dekati dan tanya ke pedagangnya. Ternyata benar, yang
saya lihat itu buah delima (Punica Granatum).
Pensaran dengan informasi buah ini,
maka sayapun googling di internet, dari web yang saya buka disebutkan bahwa delima tumbuhan ini berasal dari Iran kemudian berkembang pembudidayaannya di Timur Tengah, Arab Saudi, Afghanistan, India hingga Asia Tenggara termasuk Indonesia. Bahkan karena banyak manfaatnya, buah delima berkembang pesat di tanah Prancis dengan sebutan pome garnete yang berarti apel berbiji karena sebuah delima mampu memiliki 800 biji didalamnya, yang selanjutnya di adaptasi oleh orang Amerika dengan sebutan pomegranate (seperti yang sering disebut dalam iklan di televisi).
maka sayapun googling di internet, dari web yang saya buka disebutkan bahwa delima tumbuhan ini berasal dari Iran kemudian berkembang pembudidayaannya di Timur Tengah, Arab Saudi, Afghanistan, India hingga Asia Tenggara termasuk Indonesia. Bahkan karena banyak manfaatnya, buah delima berkembang pesat di tanah Prancis dengan sebutan pome garnete yang berarti apel berbiji karena sebuah delima mampu memiliki 800 biji didalamnya, yang selanjutnya di adaptasi oleh orang Amerika dengan sebutan pomegranate (seperti yang sering disebut dalam iklan di televisi).
Di Irak dan Iran, jus delima yang
dibuat kumur terlebih dahulu sebelum diminum membantu membersihkan mulut dan
gigi, serta mencegah infeksi sehingga membantu menghilangkan bau mulut yang
tidak sedap. Memakan dengan perlahan-lahan buah delima dan mengeluarkan bijinya
dapat menjernihkan suara yang serak dan menghindari kekeringan tenggorokan.
Manfaat lainnya, kandungan zat tanin dalam buah delima dapat membius cacing
gelang, cacing kremi dan cacing pita dalam usus sehingga mereka dapat
dikeluarkan melalui air besar.
Sumber lain yang saya baca mengungkapkan bahwa meminum segelas jus buah ini setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan mengurangi kolesterol. Delima juga merupakan sumber vitamin C, dan telah diketahui memiliki kemampuan untuk melawan virus dan aktivitas tumor kanker. Sumber berikutnya menyebutkan bahwa setiap 100 gram biji buah delima yang dapat langsung dimakan, mengandung kalium 259 mg/gr yang dianggap sebagai komponen penting bagi kesehatan jantung. Selain manfaat diatas masih banyak manfaat lainnya yang bisa anda baca dari sumber-sumber berikut : sumber 1, sumber 2, sumber 3 maupun searching di google atau wikipedi. Bahkan buah ini juga dikabarkan mampu Menghadang Infeksi HIV
Kulit buah delima memiliki getah yang menempel di tangan, setelah saya cari tau ternyata ada trik khusus untuk membuka buah ini. Caranya bisa lihat di video berikut ini :
Cari tau lagi tentang kandungannya, semakin takjub saja
saya membacanya. Ternyata buah delima memiliki kandungan antioksidan 3 kali
lebih banyak dibandingkan wine
dan teh hijau dengan kandungan flavanoid
yang berperan penting dalam mencegah radikal bebas dalam tubuh, sekaligus
memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak serta memberikan perlindungan pada kulit.
Sehingga tidak jarang buah delima menjadi salah satu bahan utama dalam berbagai
macam produk perawatan kulit.
Tetapi ko buah
delima saya tidak berwarna merah seperti yang saya ungkapan yang berbunyi
“merah delima” ternyata ada tiga jenis
delima yang tersebar di Indonesia, dikelompokkan berdasarkan warna buahnya,
yaitu Delima putih, Delima merah, dan Delima hitam. Dari ketiga jenis itu, yang
paling terkenal adalah delima merah. Mungkin yang saya temui ini adalah buah
delima putih.
Delima putih ini rasanya lebih sepat dan kesat dibandingkan delima merah
yang manis, rasa kesat pada delima putih ini disebabkan oleh kandungan
flavonoid (golongan polifenol) yang tinggi. Salah satu peran flavonoid yang
penting adalah sebagai antioksidan menjadi salah satu bahan utama dalam
berbagai macam produk perawatan kulit. Hal itulah yang menyebabkan delima putih sering
dimanfaatkan sebagai obat. Barangkali itu juga sebabnya mengapa delima ini
dijual oleh pedagang kembang dan obat-obatan tradisional
Komposisi gizi per 100 gram bagian yang dapat dimakan dari buah delima
adalah: energi 68 kkal, air 81 g; protein 0,95 g; lemak 0,3 g; karbohidrat 17,2
g. Komposisi gizi secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Wah benar-benar buah yang luar biasa, wajar saja jika pedagangnya ga mau buahnya saya tawar murah. Saya sempat kaget begitu tanya harganya. Si pedagang kasih harga Rp 25.000 per buah (wow…), tapi setelah saya tawar dia Cuma kurangi Rp 5000 saja.
Informasi tambahan :
Komposisi Gizi per 100 gram Buah Delima
Komponen Gizi
|
Kadar
|
Air (g)
|
80,97
|
Energi (kkal)
|
68
|
Protein (g)
|
0,95
|
Lemak (g)
|
0,3
|
Karbohidrat (g)
|
17,17
|
Serat (g)
|
0,6
|
Kalsium (mg)
|
3
|
Besi (mg)
|
0,3
|
Magnesium (mg)
|
3
|
Fosfor (mg)
|
8
|
Kalium (mg)
|
259
|
Natrium (mg)
|
3
|
Seng (mg)
|
0,12
|
Tembaga (mg)
|
0,07
|
Selenium (mkg)
|
0,6
|
Vitamin C (mg)
|
6,1
|
Thiamin (mg)
|
0,03
|
Riboflavin (mg)
|
0,03
|
Niasin (mg)
|
0,3
|
Asam pantotenat (mg)
|
0,596
|
Vitamin B6 (mg)
|
0,105
|
Asam folat (mkg)
|
6
|
Fitosterol (mg)
|
17
|
Sumber: Prof. DR. Made Astawan
|
|
Wah benar-benar buah yang luar biasa, wajar saja jika pedagangnya ga mau buahnya saya tawar murah. Saya sempat kaget begitu tanya harganya. Si pedagang kasih harga Rp 25.000 per buah (wow…), tapi setelah saya tawar dia Cuma kurangi Rp 5000 saja.
Klasifikasi ilmiah :
| Kerajaan | : Plantae |
| Divisi | : Magnoliophyta |
| Kelas | : Magnoliopsida |
| Bangsa | : Myrtales |
| Suku | : Lythraceae |
| Marga | : Punica |
| Spesies | : Punica granatum L. |
Informasi tambahan :
| Lokasi | : Pasar Bogor |
| Waktu | : Januari 2012 |
| Harga | : Rp 20.000 – Rp 25.000 per buah |
Buah lainnya :
> Campoleh


0 komentar:
Poskan Komentar